Sesuai yg sudah saya bilang dlm introduction, kali ini saya ingin memperkenalkan kepada anda menu Lotek dan Gado2, makanan yg paling tidak sekali dlm seminggu saya konsumsi. Makanan2 yg berupa sayuran ini menjadi favorit saya karena selain pemakan daging (carnivora) saya juga pemakan tumbuh2an (herbivora). Nah, untuk memenuhi hasrat saya mengkonsumsi tumbuh2an tersebut, Lotek & Gado2 menjadi pilihan utama saya.

Lotek adalah makanan yg terbuat dari sayur2an yg dicampur dgn bumbu kacang. Sayuran yg sering dipakai utk membuat Lotek adl: bayam, kol, taoge, ketimun, kacang panjang, tomat, dll. Selain sayuran tsb, biasanya masih jg ditambah ketupat dan bakwan goreng. Semua bahan td dicampur dgn bumbu kacang yg terbuat dr kacang…..ya iya lah… Maksud saya, kacang tanah (tanpa tanah) yg di sangrai sampai berwarna kecoklatan, kemudian dihaluskan/diulek dg bumbu: garam, trasi, daun jeruk, bawang putih, kencur dan cabe secukupnya; lalu di bikin becek dgn air asam jawa sebelum dicampur aduk dgn sayuran2 td. Terahir, taburi krupuk berwarna-warni (my favorite pink) di atasnya dan lotek pun siap utk dihidangkan.

Gado2 katayoi adalah Lotek dgn versi yg lebih beradab (The Civilized Lotek), karena kalau anda perhatikan, Gado2 hanyalah metamorfosis dari Lotek, yg tadinya bahan dan penampilannya ndeso, berubah menjadi makanan dgn bahan dan penampilan yg tentunya lebih berkelas. Sebenarnya Gado2 sendiri msh berevolusi lg mjd Salad (The Civilized Gado2) yg tentunya jg lebih beradab . Dikatakan lebih beradab karena pd Salad bumbu dan bahannya jg lebih elegan drpd Gado2. Misalnya: bumbu kacang diganti dgn mayonaise, lalu santan diganti dgn olive oil. Tp kali ini saya hanya akan membahas ttg ‘Mbah-nya’ dan ‘Mbah Buyut-nya’ Salad, yaitu Gado2 & Lotek.

Sekarang coba perhatikan perbedaan Gado2 dgn Lotek di bawah ini:

  1. Gado2 menggunakan bumbu kacang seperti Lotek tetapi hanya ditambah santan sehingga lebih berasa gurih & berlemak.
  2. Dalam Gado2, sayuran yg dipakai Lotek seperti: bayam dikonversi menjadi slada;
  3. Ketupat dikonversi jd kentang ;
  4. Bakwan dikonversi jd telur rebus;
  5. Dan krupuk dikonversi jd emping,
  6. Dari segi penampilan, Gado2 terlihat lebih elegan karena semua bahannya tidak dicampur aduk, tp ditata sedemikian rupa lalu bumbunya disiram di atasnya. Bahkan kalo beli utk dibungkus, biasanya bumbunya dipisah, sedangkan lotek ttp dicampur.
  7. Harga Gado2 lebih mahal.

Salah satu tempat yg sering saya kunjungi utk membeli Lotek & Gado2 adalah warung Bu Marno, yg berlokasi di Wonocatur, sebelah barat pasar Bantengan, sisi utara jalan. Tadinya warung ini tepat berada di sebelah pasar, karena di gusur utk perluasan pasar, maka terpaksa dipindah 163,35 m ke arah barat yg ternyata malah lebih representatif. Awalnya dulu cuma terbuat dr papan yg kalo ada orang bersin aja bisa roboh, tp sekarang dibikin lebih permanen. Meskipun begitu, ternyata dalam pelayanan ttp tidak ada peningkatan sama sekali, alias lelet. Sampai2 rekan2 memberi julukan, Bu “Nyebahi” (nyebelin), soalnya kalo bikin Lotek ato Gado2 luaaamaaaa banget dan kalo ada temennya yg udh kenal biasanya di duluin. Sering kali saya yg udah duluan pesen Lotek & ngantri nyampe garing, terpaksa di overlap sama pelanggan lain yg udh kenal. Belum lg kalo ditinggal ngobrol, kesabaran anda benar2 akan di uji di sini.

Beli Lotekbeli lotek

Kalau anda sudah lolos uji kesabaran ala Bu Marno td, baru anda dapat menikmati Lotek & Gado2 rasa nyebelin yg ternyata rasanya paling enak se-Eropa. Bumbu kacang yg di racik rasanya gurih2 manis, sangat pas dan berasa bgt di mulut. Ditambah lg pedesnya cabe & brisik suara krupuk di gigit..hmmm… menambah nafsu makan. Biasanya kalau makan di sana kita bisa memesan segelas teh anget yg nikmat tiada duanya karena memang cuma teh anget yg dijual di sana. Kesimpulannya, untuk soal rasa, Lotek & Gado Bu Marno memang OK.

Kalo untuk rasa sudah Ok, untuk performance, makanan di sana sedikit kurang Ok. Kadang2 sayur bayam yg di pakai tidak melalui quality kontrol yg ketat. Buktinya Bu Marno memakai bahan sayur bayam yg batang2nya jg dimasukin sekalian. Banyak sih banyak … tapi ya keloloten (bhs indonesia nya apa ya?) kalo org jawa bilang. Tapi ya gpp sih, soalnya harga Lotek cuma dibandrol Rp 3rb dan Gado2 Rp 4rb, jd wajar lah, kalo protes dia tinggal bilang; “Harga segitu minta qualitas Mas..Mas, lagian kalo batang bayem aja masih bisa di makan kok, tadinya malah akar2nya mau saya masukin sekalian……”Jangan gitu dong ‘Ndroo… dzziig!!???”

Berikut score dr Lotek&Gado2 Bu Marno menurut katayoi:

  • Rasa: ****
  • Kebersihan: **
  • Pelayanan: *
  • Performance: **
  • Harga: *********
  • OverAll: ****

Sepertinya perlu jg saya sampaikan di sini beberapa tips untuk anda ketika ingin mencicipi Lotek/Gado2 Bu Marno. Silakan ikuti tips di bawah ini untuk memudahkan anda dalam bertransaksi (koyo bank wae):

  • Booking dulu sbl makan, misal: istirahat kantor jm 12 siang, pesan dulu sekitar jam 10 pagi.
  • Bawa buku bacaan atau laptop sekalian anda ke warung, jd sambil ngantri ttp bisa melakukan hal2 yg bermanfaat.
  • Bawa tissue sendiri! Recommendasi saya tissue basah soalnya bumbu kacang susah dibersihin.
  • Bagi anda yg giginya jarang2 seperti saya, bawalah tusuk gigi sendiri! Jangan sampai ketika anda tersenyum dgn klien setelahnya, masih keliatan beraneka rupa sayuran pd gigi anda.

Finally, pesan moralnya adalah:

  1. Sesungguhnya Allah bersama orang2 yg sabar.
  2. Bersabarlah anda dalam mengantri Lotek & Gado2, maka anda akan bersyukur setelah menyantapnya.

katayoi yg apa adanya

Transendental 1

Februari 8, 2008

Pada suatu ketika, ada seorang anak ingin mengetahui dimanakah Tuhan berada. Dia lalu berkelana mencari guru yg dapat menjawab pertanyaannya. Sayangnya, guru yg ia cari tidak kunjung dia temui. Hingga setelah dewasa, dia menemukan guru itu ternyata hanya dekat dengannya. Lalu bertanyalah dia kepada sang guru:

Murid: “Wahai sang Guru, dimanakah Tuhan berada?”

Sang Guru hanya diam, lalu mengambil secarik kertas dan alat tulis lalu menyuruh si murid menggambarkan keadaan di tempat itu secara sederhana. Si murid pun mengikuti perintah tersebut.  Dan setelah gambarnya jd, sang guru bertanya kepada si murid.

Guru: “Tolong jelaskan apa yg ada dalam gambarmu?”

Murid: “Di situ ada ruangan ini, anda dan saya…”

Guru: “Itu adalah gambarmu, di situ ada kamu dan saya berada dalam ruangan ini, lalu dimanakah kamu yg menggambar?

Murid:(mencoba memahami)

Guru: “Kenalilah jati dirimu yg sebenarnya, bukan kamu yg ada dlm gambar melainkan kamu yg menggambar niscaya kamu akan semakin dekat dengan pencarianmu.

Mulai saat itu sang murid selalu berusaha menganali jati dirinya hingga sekarang.

katayoi yg apa adanya