Meramal Masa Depan
Maret 6, 2008
Tidak ada satupun orang di dunia ini yg mengetahui dengan pasti apa yg akan terjadi di masa yg akan datang. Bahkan bagi paranormal sekalipun, mereka tidak bisa melihat masa depan dengan pasti kecuali hanya sedikit yg mereka tau. Nah, kalau cuma tau sedikit mah…anda atau saya yg otaknya pas2an ini jg pasti bisa…iya nggak?
Meramal masa depan memang bukan monopoli ‘orang pinter’ saja dan bisa dilakukan siapapun jg asalkan mau berpikir. Tidak perlu repot2 menjadi ahli nujum, ahli tarrot, paranormal, ataupun dukun, orang biasa pun punya kemampuan untuk meramal. Bahkan kita tidak perlu menggunakan alat2 seperti kartu tarrot, bola kristal ataupun kembang dan kemenyan. Hanya dengan sedikit meluangkan waktu dan sedikit berpikir, maka akan terlihatlah masa depan itu walaupun samar2.
Mengenai ramal-meramal masa depan, ada satu prinsip yg harus anda ketahui terlebih dahulu, yaitu Sunnatullah. Prinsip ini mengajarkan bahwa hukum alam sebagai firman Allah adalah suatu kepastian. Karena firman Allah sudah tentu kepastiannya, maka tidak boleh kita meragukannya karena memang kita tidak akan mampu.
Prinsip Sunnatullah ini terdiri dari dua faktor, ’sebab’ dan ‘akibat’, yg sebenarnya dua hal ini merupakan satu kesatuan. Tidak ada ‘akibat’ tanpa ’sebab’, begitu pula sebaliknya, tidak ada ’sebab’ tanpa ‘akibat’.
Sebenarnya, orang2 Jawa sudah menyadari adanya hukum ’sebab-akibat’ ini sejak dulu kala. Dengan cerdasnya orang2 Jawa menyatakan bahwa ’sebab’ itu identik dengan ‘akibat’. Hal ini bisa kita lihat dari bahasa yg mereka pakai untuk menerangkan hukum ini.
Dalam bahasa Jawa, kita mengenal kata ‘bakal’ dan kata ‘bakale’. Ahiran ‘-e’ disini berarti ‘-nya’ dlm bahasa Indonesia. Kata ‘bakale’ dalam bahasa Jawa mempunyai 2 makna:
1. ‘Bakale’ yg berarti: bahannya, unsurnya, sebabnya.
- Contoh 1: Mendung iku bakale udan (Mendung adalah bahannya hujan)
- Contoh 2: Kain iku bakale klambi (Kain adalah bahannya baju)
2. ‘Bakale’ yg berarti: nantinya, jadinya, akibatnya
- Contoh 1: Saiki mendung, bakale arep udan (Sekarang mendung, nantinya akan hujan)
- Contoh 2: Kain iki bakale dadi klambi (Kain ini nantinya jadi baju)
Dari contoh sederhana diatas, saya harap anda bisa lebih memahami bahwa pada hakikatnya ’sebab’ dan ‘akibat’ itu adalah satu kesatuan. Dengan mempelajari tentang ini-lah kita akan mencoba meramal masa depan.
Sunnatullah-nya, benda yg dilepas bebas, akan jatuh ke bawah karena gaya gravitasi. Makanya bisa diramalkan pula bahwa setinggi apapun jabatan / pangkat seseorang, suatu saat akan turun juga. Tentu saja orang yg tidak punya jabatan tidak mungkin akan turun jabatannya, wong naik saja belum kok.
Dalam kondisi normal, air akan mengalir dari tempat yg tinggi ke tempat yg lebih rendah. Pada awal tahun ini, peramal Mama Laurent meramalkan bahwa Jakarta akan mengalami banjir. Nggak perlu pake sixth-sense segala semua jg sudah tahu. Dilihat dari segi bahwa sebagian wilayah Jakarta berada di bawah permukaan air laut dan tidak adanya penanganan dr pemerintah atau perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan, pasti Jakarta tetep kebanjiran ketika terjadi curah hujan tinggi di Jakarta sendiri ataupun wilayah sekitarnya yg lebih tinggi.
Bulu hidung kalau dicabut pasti hidungnya yg sakit, bukan kakinya yg sakit. Juga bulu2 yg lain kalau dicabut akan terasa sakit pada tempat yg dicabut td.
Telur kalau dikocok terus di goreng pasti jd telur dadar, kalau dierami bisa menetas, dan kalau dimakan bisa bikin kenyang.
Brownies coklat jg pasti salah satu bahannya dr coklat, bukannya dr bumbu rendang meskipun sama2 warna coklat.
Menanam biji mangga, nantinya akan tumbuh pohon mangga, dan ahirnya akan berbuah mangga pula, ga ada cerita pohon mangga kok keluar buah duren atau malah buah dada….yg bener aja…?!, jangan gila dooonk…!!!
Uraian di atas hanyalah sebagian kecil contoh dari yg namanya Sunnatullah. Tapi saya yakin bahwa ramalan di atas tentu masih bisa diperdebatkan karena tidak valid.
Sebenarnya valid dan tidaknya sebuah ramalan sangat bergantung pada ‘bakale’ (sbg: bahannya, unsurnya, sebabnya) yg anda teliti. Kadang2 banyak faktor yg tidak kita sadari sangat menentukan hasil sebuah ramalan. Disini ada yg namanya faktor internal dan juga faktor external untuk diperhatikan.
Misalnya pada contoh mengenai mangga. Jika kita menanam biji mangga pasti akan tumbuh pohon mangga. Secara genetis memang sudah ada gen mangga pada biji tersebut (internal factor). Tetapi disana ada jg faktor external yg mungkin bsa jg membuat ramalan kita meleset. Misalnya biji tadi terserang hama sehingga tidak bisa tumbuh menjadi pohon, maka gugurlah ramalan kita bahwa menanam biji mangga maka akan tumbuh pohon mangga pula. Biar ditunggu sampe ompong jg kalo bijinya tdk bisa tumbuh maka nggak bakalan kita bisa memanen mangga td.
Setelah membaca uraian di atas saya harap anda sudah bisa meramal tentang masa depan anda sendiri. Banyak hal2 yg bisa anda ramalkan dengan metode ’sebab-akibat’ td, misalnya: ramalan tentang karier, keuangan, bisnis, hingga ramalan tentang jodoh. Nah, agar anda lebih paham cara meramal, saya akan contohkan ramalan masa depan saya. Berikut ini saya ingin memberi contoh ramalan tentang jodoh saya.
Pertama2 yg harus dilakukan adalah meng-analysis atribut2 ‘bakale’ ( sbg: bahannya, unsurnya, sebabnya) :
1. Tampang
- Yo: unexplained (
daripada maksa bilang ganteng)
- Cw: Cantik buuaaangett!!! Sexy lg.
2. Tajir:
- Yo: Kagak
- Cw: Ya iya lah
3. Competitor:
- Yo: utk dapetin dia banyak competitor
- Ce: utk dapetin dia ‘O’ competitor
4. Cerdas
- Yo: Intel Pentium II…Ind*mie Telur Pake Tempe Minumnya 2…
- Cw: Intel® Core™ 2 Extreme processors
5. Availability
- Yo: always available 4 u honey
- Cw: always busy 4 u
Setelah menganalisa faktor ’sebab’, maka anda bisa segera mengetahui ‘akibatnya’ sebagai kesimpulan dr ramalan anda. Berdasarkan contoh di atas bisa disimpulkan bahwa:
- Dari segi tampang, kemungkinan saya berjodoh dengan’nya’ sangat kecil. Karena biasanya yg cantik itu pasangannya sama yg ganteng.
- Dari segi materi, ternyata masih ada sedikit harapan, karena cinta tidak memandang harta, tapi cinta tetep butuh ongkos. Jadi kemungkinannya 50:50
- Dari segi competitor, ternyata competitornya buanyak dan ganteng2 pula. Jadi kemungkinan bwt saya kecil.
- Dari segi kecerdasan, kemungkinannya agak besar, soalnya kadang2 orang cerdas itu kalah sama orang yg beruntung.
- Dari segi availability, kemungkinan berjodoh saya dgn dia sangat kecil, karena frekwensi bertemu dia sangat kecil bahkan hampir ‘O’.
Overall, kemungkinan saya berjodoh dgn gadiz tersebut sangatlah kecil, yaitu hanya 0,000…1% seperti iklan operator telp cell. Jadi, dgn ramalan ini saya bisa segera menentukan langkah saya selanjutnya mengenai jodoh saya (bikin revisi planning).
Tapi saya kok jd bingung jg ya…kalau bukan Titi Kamal terus siaapa neh jodoh saya….???
Jangan2 Luna Maya lg……duh gimana donk???!!!……soalnya saya lebih suka Mie Sed**p daripada Sar#mie…….
Finnally, pesan moralnya:
- Kita tidak akan bisa mengetahui apa yg akan terjadi di masa depan secara pasti.
- “Save Our Nature Now!!!”, maka pasti akan kita rasakan hasilnya di masa yg akan datang.
katayoi yg apa adanya
Maret 26, 2008 pukul 10:56 am
tp di film-filem, cowok kaya n tampan jodohnya sama cewe’ kere, penjual koran, pemulung, raine coreng moreng… setelah intrique n conflique, rebutan harta warisan..
sebab akibat nggak berlaku di dunia punjabi rupanya….