Plastik

Januari 9, 2008

Suatu hari, entah kenapa, pengen banget beli bakso deket rumah. Langsung aja liat kantong, ternyata masih ada cukup duwit buat beli tu bakso. Setelah sedikit bingung nyari kunci motor yg biasanya emang lupa naruh, ahirnya dengan sedikit keberuntungan ketemu juga kunci yang cadangannya nggak tau dimana berada itu.

Tapi memang hari itu keberuntungan saya lagi agak seret kayak pasokan minyak tanah pertamina ke daerah2. Soalnya begitu sampai di warung bakso yang kecil mungil itu, malapetaka sudah menghadang. Waaa tidaak…!!!warungnya puenuuhh…sampe nggak ada tempat duduk. Kayaknya sih memang lagi ada rombongan keluarga lagi makan bareng gitu. Ahirnya dengan kemampuan yang dipelajari sewaktu kuliah, sebagai decision-maker yang handal, saya putuskan kalau baksonya dibungkus saja.

Kalau dibungkus, pesennya juga harus agak beda. Perlu jurus2 khusus biar rasa tetap enak sampe rumah. Jurus pertama, mie sama kuah dipisah. Jurus kedua, tambah extra pangsit jangan sampe lupa, soalnya kalo udh sampe rumah susah nambahnya. Jurus ketiga, jangan lupa minta sambel, kecap, saus tomat, dan saus sambel khas warung bakso yang warnanya menyala2 menggugah selera…nyam2..

Walaupun sensasinya beda, makan di warung sama di rumah, tapi ahirnya kesampaian juga makan. Tapi di rumah ada juga kelebihannya…bisa makan sambil nonton tivi dengan program pilihan sendiri. Kalo di warung pasti yang di setel sinetron.

Pas lagi enak2 makan, di tivi baru ada tayangan tentang global warming dan ulasan tentang lingkungan hidup. Ceritanya sih udah agak2 lupa, tp intinya tentang penggunaan plastik yang berlebihan oleh umat manusia sedunia aherat.. hwalahh???…

Tiba2 saja saya merasa sangat bersalah, keringat dingin bercucuran, sepertinya dosa ini sudah tidak termaafkan lagi…semua ini salah ku…!!!

Bagaimana tidak, beli bakso satu porsi saja saya menyumbang emisi dari limbah plastik yang tidak sedikit. Dengan kemampuan menghitung yang luar biasa ini, ternyata 5 kantong plastik sudah saya pakai lalu dibuang begitu saja tanpa sadar bahwa itu memerlukan waktu bertahun2 bagi alam ini untuk mengurainya. Belum lagi kalau dibakar, bisa menghasilkan gas yang berbahaya…we ..e ..e

Sekarang kita hitung saja, untuk membawa satu porsi bakso ke rumah:

  1. Plastik untuk kuah 1 kantong
  2. Untuk mie yang dipisah, 1 kantong
  3. Untuk Extra Pangsit, 1 kantong
  4. Sambel, saos sambel, kecap, saos tomat, masing2 1 kantong, total 4 kantong
  5. Plastik kresek item 1 buah.

Total 5 buah kantong sungguh mengerikan.!!!... Coba bayangkan,…. Berapa banyak dalam satu hari orang yang membeli bakso…? Berapa banyak kantong plastik yang diperlukan? … Berapa lama waktu yang diperlukan alam ini untuk mengurai?

Membayangkan saja sudah bisa ketahuan akibatnya nanti bagi anak cucu kita. Saya berharap semoga kejadian ini memberikan hikmah bagi kita semua. Bahwa kita tidak boleh se-mena2 terhadap alam ini. Kalau alam ini sampai marah, kita sendiri yang akan menanggung akibatnya. Segeralah ubah semua perilaku kita yang tidak ramah lingkungan.

Maafkan aku Bumi, maafkan aku Ibu Pertiwi, maafkan aku Alam Semesta, maafkanlah pemimpinmu yang tak sempurna ini.

katayoi yg apa adanya